Warga Binaan Butuh Binaan

Kayuagung - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kayuagung kelas mengaku memerlukan program pelatihan keahlian dari Pemerintah Daerah. Tak hanya itu program usaha seperti kerajinan termasuk pemasarannya sangat diharapkan mereka, Kamis (7/4).

Saat ini, di Lapas Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum banyak program dilakukan dalam Lapas. Sebab itu, para warga binaan yang tersandung berbagai kasus kriminalitas sangat mengharapkan binaan dan pelatihan untuk mendapat ilmu dan pekerjaan apabila selesai menjalani hukuman.

Seperti diungkapkan Mulyono, nara pidana kasus narkoba. Menurutnya untuk program di Lapas Kayuagung saat ini memang sudah ada seperti pesantren berupa pengajian, dan kerajinan tangan namun hanya sebatas kegiatan warga binaan sendiri.

Kalapas Kayuagung kelas 3a, Mujiarto dan warga binaan memperlihatkan hasil kerajinan tangan selama dalam binaan.
“Kalau pengajian pengajarnya dari luar. Tapi kalau kerajinan dari kami sendiri yang buat dan tidak dipasarkan,” kata Mulyono.

Dirinya berharap ada dinas terkait yang mengajari warga binaan seperti kerajinan tangan dan lainnya. “Ya kalau bisa hasil kerajijan yang kami buat juga ada yang beli dan dipasarkan. Kalau saat ini hasil kerajinan tangan yang kami buat untuk di rumah atau pameran saja,” ungkap Mulyono yang divonis 4 tahun susider 2 bulan ini.

Ditemui di dalam Lapas tampak beberapa kerajinan seperti boneka yang terbuat dari bubur koran, perahu kayu maupun pohon- pohonan. “Ini saya buat untuk anak saya ,” timpal Edi warga binaan yang membuat kerajinan boneka kelincinya yang memegang bola biliar.

Sementara Kalapas Kayuagung kelas 3a, Mujiarto mengatakan, untuk kerjasama dengam dinas terkait sudah ada. Diantaranya Kemenag berupa program pesantren dan pengajian, lalu Dinas Perikanan seperti program pembibitan ikan. “Kalau bisa ada stakeholder lainnya yang mau kerjasama. Agar banyak kegiatan di Lapas, dan hal itu sangat berguna bagi warga binaan,” ujar Mujiarto.

Masih kata Mujiarto, saat ini untuk warga binaan sebanyak 405 warga binaan dengan rincian 91 tahanan dan 314 narapidana. Untuk napi dan tahanan narkoba sebanyak 187 warga binaan, sedangkan untuk kriminal sebanyak 218 warga binaan. Pihaknya juga berharap ada tenaga medis yang kerja di Lapas.

Lantaran untuk saat ini walaupun ada ruang kesehatan tapi tenaga medisnya hanya seminggu sekali. “Walau seminggu sekali tapi kalau diperlukan tenaga medisnya langsung datang. Kita berharap ada perawat maupun dokter yang tugas disini,” tandasnya. (dob)
Diberdayakan oleh Blogger.