Bupati OKI Tinjau Desa Terdampak Banjir, Pastikan Percepat Pemulihan
OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki bersama Ketua TP PKK OKI Ike Muchendi meninjau sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Selasa (13/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat langkah pemulihan pascabanjir.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing. Akses menuju desa tersebut masih tergenang air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Di lokasi ini, Bupati Muchendi menyerahkan bantuan sembako serta menyapa warga dari rumah ke rumah yang terdampak banjir.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, Kecamatan Lempuing. Sekitar 70 kepala keluarga (KK) sebelumnya dievakuasi ke sekolah tersebut. Seiring air yang mulai surut, sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing, sementara sekitar 30 KK masih bertahan di pengungsian. Mereka didominasi oleh lansia, perempuan, dan anak-anak.
Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) disambut antusias oleh para pengungsi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan, terutama terkait layanan kesehatan dan logistik selama berada di pengungsian.
Dalam dialog bersama warga, Muchendi mengatakan banjir kali ini merupakan fenomena alam yang jarang terjadi. Menurutnya, banjir dengan ketinggian serupa terakhir dialami warga sekitar dua dekade lalu.
“Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir sekitar 20 tahun lalu,” ujar Muchendi.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten OKI akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami hadir untuk membantu dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Mudah-mudahan air segera surut dan aktivitas bisa kembali normal,” katanya.
Muchendi juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian.
Selain itu, ia memastikan warga tidak perlu khawatir terkait biaya pengobatan karena telah dijamin melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kalau ada yang sakit, silakan berobat. Biayanya sudah ditanggung pemerintah,” ujarnya.
Terkait kebutuhan logistik, Muchendi memastikan pasokan sembako bagi warga di pengungsian tetap tercukupi. Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut dia, akan bertindak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir.
“Kami mengajak masyarakat tetap bersabar dan saling menguatkan. Jika ada kebutuhan, sampaikan melalui kepala desa atau camat agar segera ditindaklanjuti,” katanya.
Terhadap lahan pertanian yang terancam gagal panen, Muchendi menyatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih agar petani dapat segera melakukan tanam ulang setelah air surut.
Salah seorang pengungsi, Larso (60), mengatakan air mulai naik sejak Kamis pagi. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi ke bangunan sekolah.
“Masih sempat menyelamatkan barang. Setelah itu kami diarahkan Pak Kades ke sini. Kepala keluarga masih ada yang bertahan di rumah untuk berjaga,” kata Larso.
Pengungsi lainnya, Siti Aminah (45), mengaku bersyukur mendapat tempat evakuasi yang aman meski harus berbagi ruang dengan warga lain. Ia berharap air segera surut agar dapat kembali ke rumah.
“Di sini alhamdulillah aman, makanan juga ditanggung. Tapi tentu ingin cepat pulang. Rumah terendam, dapur dan tempat tidur basah semua,” ujarnya.
Sementara itu, Yanto (58) berharap pemerintah membantu perbaikan fasilitas umum setelah banjir surut. Menurutnya, banjir kali ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga rumah ibadah dan lahan pertanian warga.
“Kalau air sudah surut, kami harap jalan dan sawah bisa segera diperbaiki. Banyak tanaman yang rusak,” kata Yanto.(Mrd)

Tidak ada komentar
Posting Komentar