Safari Jumat Awal 2026, Bupati OKI Serap Aspirasi Warga dan Tinjau Rumah Tak Layak Huni

 

OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi, mengawali tahun 2026 dengan melaksanakan Safari Jumat di Masjid Al Ikhsan, Desa Kuripan, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan Safari Jumat ini menjadi wadah bagi Bupati OKI bersama jajaran untuk mendengar, melihat, serta menyerap langsung aspirasi masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Kalau sudah didatangi langsung, insya Allah akan terkenang di hati. Meski tidak mungkin hadir ke seluruh 327 desa di OKI, pemerintah tetap berupaya menghadirkan program pembangunan hingga ke tengah masyarakat,” ujar Muchendi.

Ia menambahkan, meski baru dua kali berkunjung ke wilayah Tanjung Lubuk, sejumlah program pemerintah daerah sudah mulai dirasakan masyarakat, salah satunya perbaikan infrastruktur jalan desa.

Usai melaksanakan Salat Jumat, Bupati Muchendi meninjau langsung kondisi rumah milik Asmawati, seorang lanjut usia yang tinggal bersama anaknya yang berkebutuhan khusus. Rumah tersebut dinilai tidak layak huni, dengan kondisi atap dapur berlubang sehingga air hujan langsung membasahi lantai kayu yang sudah lapuk.

“Kami tidak punya uang untuk memperbaiki rumah. Untuk makan sehari-hari saja sudah susah,” tutur Asmawati dengan mata berkaca-kaca.

Diketahui, Asmawati telah terdaftar sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, kondisi rumahnya membutuhkan penanganan segera.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Muchendi langsung menginstruksikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) OKI agar mengusulkan rumah Asmawati masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Agar dimasukkan dalam program RTLH sehingga bisa segera diperbaiki,” kata Muchendi sembari menyerahkan bantuan tali asih.

Rombongan Bupati OKI juga meninjau rumah tidak layak huni lainnya yang ditempati oleh tiga bersaudara, Muhammad, Susi, dan Ratih. Ketiganya tinggal di rumah berukuran sekitar 2 x 3 meter yang dinilai sangat tidak layak untuk dihuni.

“Sebelumnya mereka tinggal di kebun, lalu membangun rumah di sini. Kondisinya memang sangat kecil dan kurang layak,” ujar Ratih, bidan desa setempat.

Muchendi mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi kedua rumah tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten OKI akan mengupayakan renovasi secepatnya, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang sudah tua dan berisiko roboh.

“Perbaikan akan diupayakan segera, terutama atap rumah yang mulai rusak serta struktur bangunan yang sudah tidak layak huni,” tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan, Bupati OKI juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) OKI agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan, mengingat saat ini masih memasuki musim hujan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Baznas agar perbaikan bisa segera dilakukan, sehingga keluarga dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” pungkas Muchendi.(Mrd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.