Polres OKI Gelar Apel Operasi Keselamatan Musi 2026, Fokus Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Apel dipimpin Wakapolres OKI, KOMPOL Harsono, S.H., M.M., dan dihadiri Staf Ahli Bupati OKI Aris Panani, S.P., M.Si., unsur TNI, instansi terkait, serta peserta apel lainnya.
Dalam amanatnya, KOMPOL Harsono menyampaikan pesan Kapolda Sumsel bahwa perkembangan lalu lintas saat ini berlangsung sangat cepat dan dinamis sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan pertumbuhan penduduk. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Keselamatan Musi tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2025, terdapat sejumlah peningkatan yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia memaparkan, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dari 30 kasus menjadi 87 kasus atau naik sekitar 190 persen. Jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 8 orang menjadi 17 orang atau naik 113 persen. Korban luka berat melonjak dari 3 orang menjadi 28 orang atau naik sekitar 833 persen, sementara korban luka ringan meningkat dari 38 orang menjadi 83 orang atau naik 118 persen.
Selain itu, jumlah pelanggaran lalu lintas secara keseluruhan juga mengalami kenaikan sebesar 72 persen, dengan tren penindakan tilang menurun dan teguran meningkat.
“Data ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Di sinilah peran kita untuk hadir, mengingatkan, serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tegas Harsono.
Menurutnya, permasalahan lalu lintas tidak dapat ditangani oleh Satuan Lalu Lintas semata, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Operasi Keselamatan Musi 2026 yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama jajaran Polres serta para pemangku kepentingan mengusung tema *“Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat 2026.”*
Adapun sasaran prioritas operasi meliputi penggunaan knalpot tidak sesuai standar pabrikan (knalpot brong), kendaraan truk yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan, kendaraan pribadi yang menggunakan sirine dan rotator tidak sesuai peruntukannya, TNKB yang tidak sesuai aturan, kendaraan pribadi yang dijadikan travel liar, kendaraan angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut orang, kendaraan penumpang yang tidak laik jalan, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI serta berboncengan lebih dari satu orang, hingga kendaraan pengunjung tempat wisata yang parkir di bahu jalan.
Operasi ini dilaksanakan dengan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara proporsional.
“Polisi tidak hanya hadir untuk menindak, tetapi juga mendidik dan mengingatkan masyarakat agar tertib berlalu lintas,” jelasnya.
Melalui operasi ini, diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, menurunkan fatalitas korban kecelakaan, meningkatkan peran aktif masyarakat sebagai pelopor keselamatan, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Menutup amanatnya, KOMPOL Harsono menegaskan kepada seluruh personel agar tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan selama pelaksanaan operasi dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan pendekatan humanis.
“Siapkan mental dan fisik, bertindak tegas namun humanis, serta selalu menerapkan senyum, sapa, dan salam kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, saat diwawancarai seusai apel, Wakapolres OKI menyampaikan bahwa titik-titik kegiatan Operasi Keselamatan Musi 2026 difokuskan di seluruh jalan arteri serta akses keluar-masuk Tol Mesuji dan Celikah.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten OKI untuk mematuhi peraturan lalu lintas, saling menghargai sesama pengguna jalan, serta meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama.(Murod)
Tidak ada komentar
Posting Komentar