Pembuatan Kartu Pencari Kerja di OKI Didominasi Pelamar Luar Daerah dan Luar Negeri
Kayuagung – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat, pembuatan kartu pencari kerja atau kartu kuning di wilayah tersebut tidak terjadi setiap hari. Hal ini disebabkan sebagian besar perusahaan di OKI tidak lagi menjadikan kartu tersebut sebagai persyaratan utama dalam proses rekrutmen.
Kepala Disnakertrans OKI, Antonio Romadhon, S.Sos., M.M melalui Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Fredy Harry Marthonis (Fredy HM) Saat diwawancara Kamis (12/02/2026) Sore menjelaskan bahwa rata-rata dalam satu bulan atau sekitar 20 hari kerja terdapat sekitar 15 orang yang mengurus kartu pencari kerja.
“Mayoritas pemohon membuat kartu untuk kebutuhan melamar kerja di luar daerah seperti Tangerang, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu juga untuk keperluan bekerja ke luar negeri, baik melalui jalur mandiri maupun program government to government (G to G),” ujar Fredy.
Berdasarkan data tahun 2025, Disnakertrans OKI mencatat sekitar 350 orang warga OKI telah berangkat bekerja ke luar negeri melalui berbagai skema penempatan, baik mandiri maupun difasilitasi pemerintah.
Selain penempatan kerja, minat masyarakat terhadap program pemagangan ke Jepang juga cukup tinggi. Pada tahun lalu, OKI memberangkatkan sebanyak 70 orang peserta magang. Untuk tahun ini, seleksi kembali akan dilaksanakan, yang biasanya digelar pada Oktober.
“Proses seleksi magang ke Jepang cukup panjang, bahkan bisa memakan waktu hampir satu tahun sampai peserta benar-benar diberangkatkan,” jelasnya.
Menurut Fredy, besaran gaji yang relatif tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat tenaga kerja Indonesia untuk mencoba peluang kerja di luar negeri.
Ia pun mengimbau para pencari kerja agar lebih proaktif serta melaporkan kembali ke Disnakertrans OKI apabila telah diterima bekerja di perusahaan tujuan.
“Pelaporan ini penting untuk pembaruan data kami, sehingga pemerintah dapat memetakan kondisi ketenagakerjaan masyarakat dengan lebih akurat,” tutup Fredy.(Mrd)
Tidak ada komentar
Posting Komentar