Bupati Muchendi Jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data Akurat
Dalam kesempatan tersebut, Muchendi mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya saat didatangi petugas BPS. Menurutnya, kualitas data yang dihimpun akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.
"Data yang akurat menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan. Karena itu, saya mengajak masyarakat menerima petugas sensus dengan baik dan menyampaikan informasi apa adanya. Semakin baik data yang diperoleh, semakin tepat pula program pembangunan yang dapat dirumuskan pemerintah," ujar Muchendi.
Ia menegaskan, Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan statistik yang bersifat administratif, melainkan instrumen strategis untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro hingga sektor usaha berskala besar.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan sensus tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas lapangan, tetapi juga ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat sebagai responden. Tanpa keterbukaan dalam memberikan informasi, data yang dihasilkan berpotensi tidak menggambarkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya.
"Pemerintah membutuhkan data yang valid untuk mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026," katanya.
Muchendi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan keterangan kepada petugas sensus yang datang. Seluruh petugas, lanjutnya, telah dibekali identitas resmi dan bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan BPS.
Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki nilai strategis di tengah upaya percepatan pembangunan daerah. Dengan wilayah yang luas dan aktivitas ekonomi yang beragam, Kabupaten OKI membutuhkan basis data yang kuat agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten OKI, Muhammad Dedy, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menghimpun data berbagai kegiatan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor pertanian.
Melalui sensus tersebut, BPS akan memperoleh gambaran mengenai jumlah usaha, jenis usaha, persebaran kegiatan ekonomi, hingga potensi ekonomi daerah. Data tersebut nantinya menjadi acuan bagi pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun program pembangunan.
"Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian daerah sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Dedy.
Karena itu, BPS mengajak masyarakat untuk memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur agar hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas serta berkelanjutan di masa mendatang.
(Murod)
Tidak ada komentar
Posting Komentar