Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Era Digital
Dalam amanatnya, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momen refleksi untuk memperkuat komitmen kebangsaan.
Menurutnya, Indonesia dibangun di atas kesepakatan nilai yang menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, serta penghormatan terhadap keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Nilainya harus hidup dalam tindakan sehari-hari,” tegas Muchendi.
Ia menekankan bahwa pengamalan Pancasila harus tercermin dalam perilaku sosial, etos kerja, hingga proses pengambilan keputusan. Sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila.
Bupati juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja, melayani, dan membangun daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus menghadirkan keadilan sosial, memperkuat kohesi masyarakat, serta memberikan keberpihakan kepada kelompok yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
Dalam kesempatan itu, Muchendi turut mengingatkan masyarakat agar bijak menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh hoaks, fitnah, maupun polarisasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten OKI juga terus mendorong pembangunan karakter, penguatan persatuan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Harapan besar pun disampaikan kepada generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cinta tanah air, serta mampu menjadi agen perubahan positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.
(Murod)
Tidak ada komentar
Posting Komentar