Pemkab OKI Gelar Shalat Istisqa, Ikhtiar Bersama Memohon Hujan di Tengah Ancaman Kemarau dan Karhutla

Kayuagung - Di tengah musim kemarau yang mulai berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Shalat Istisqa di Halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Shalat sunnah tersebut diikuti Wakil Bupati OKI Supriyanto, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat. Suasana berlangsung khusyuk saat seluruh jamaah menunaikan salat dan memanjatkan doa agar kemarau segera berakhir, sehingga dampak kekeringan dan ancaman karhutla dapat diminimalkan.

Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan, Shalat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar batin yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat, seiring dengan berbagai langkah nyata yang terus dilakukan di lapangan untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.

"Melalui Shalat Istisqa ini kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di Kabupaten OKI. Semoga doa-doa yang kita panjatkan diijabah, sehingga kemarau segera berakhir dan masyarakat terhindar dari dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Supriyanto menegaskan, upaya menghadapi musim kemarau tidak cukup hanya mengandalkan doa, tetapi juga harus dibarengi dengan kepedulian menjaga lingkungan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

"Selain berdoa, mari kita bersama-sama menjaga alam dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan beriringan agar musibah dapat kita cegah bersama," tegasnya.

Pelaksanaan Shalat Istisqa ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan musim kemarau. Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen bersama menjaga Kabupaten OKI dari ancaman kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.