APBD OKI 2026 Disetujui, Fokus pada Program Kerakyatan
Dalam posturnya, APBD OKI 2026 tercatat memiliki **Pendapatan Daerah sebesar Rp 2,214 triliun**, **Belanja Daerah Rp 2,214 triliun**, dan **Pembiayaan Daerah nol rupiah**, sehingga APBD disusun berimbang tanpa defisit. Fokus anggaran diarahkan pada program-program yang menyentuh langsung masyarakat.
“Karena keterbatasan fiskal, APBD kita prioritaskan pada program strategis yang benar-benar berdampak bagi masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan, infrastruktur ketahanan pangan, dan penguatan UMKM,” jelas Muchendi.
Sementara itu, Juru Bicara Badan Anggaran DPRD OKI, **Febriansyah Wardana**, melaporkan bahwa asumsi pendapatan dan rencana belanja daerah tahun 2026 disusun tanpa defisit sebagai langkah menjaga kesehatan fiskal daerah.
“Setelah mempertimbangkan masukan dari komisi-komisi, disepakati pagu dan struktur Raperda APBD OKI 2026 sebesar Rp 2,214 triliun. Rancangan ini adalah anggaran berimbang antara pendapatan dan belanja atau nol defisit,” tegasnya.
Setelah mendapatkan persetujuan bersama, Raperda APBD OKI 2026 akan dikirim ke Gubernur Sumsel untuk dievaluasi maksimal 15 hari kerja sesuai ketentuan PP 12/2019 dan Permendagri 14/2025.
(Murod)

Tidak ada komentar
Posting Komentar