410 Penari Satukan Nusantara dalam Harmony Nusantara di OKI
Terdiri dari 400 pelajar dan 10 anak berkebutuhan khusus, para penari membawakan ragam gerak dari sejumlah daerah di Indonesia sebelum menyatu dalam Tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung.
Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan perayaan kemerdekaan, tetapi juga membawa pesan tentang keberagaman, persatuan, dan inklusivitas. Kehadiran anak berkebutuhan khusus bersama ratusan pelajar menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tampil dan berkarya.
“Harmony Nusantara” dipersembahkan Pemerintah Kabupaten OKI bersama Bank Sumsel Babel. Bupati OKI menjadi pelindung, sementara Ketua TP PKK Kabupaten OKI, Hj. Ike Muchendi, memberikan pembinaan.
“Ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi ruang bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman, belajar kebersamaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Saya bangga melihat mereka tampil bersama,” ujar Ike.
Pertunjukan dibuka dengan ragam tradisi dari tujuh daerah, yakni Batak, Minangkabau, Lampung, Bugis, Bali, Jawa, dan Sunda. Masing-masing ditampilkan dengan karakter gerak yang berbeda, menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.
Rangkaian tersebut kemudian berpuncak pada Tari Cang-Cang. Seluruh penari menyatu dalam satu gerakan, menjadi simbol bahwa keberagaman budaya dapat dipertemukan tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.
Melalui “Harmony Nusantara”, generasi muda OKI tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dipersatukan dalam semangat kebersamaan dan persatuan.
Tidak ada komentar
Posting Komentar