Ike Muchendi Raih Bhakti Adipustaka 2026, OKI Terbaik dalam Gerakan Literasi di Sumsel
Hj. Ike Muchendi menerima penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatera Selatan 2026 sebagai Tokoh Masyarakat/Pegiat Literasi. Penghargaan diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pengembangan gerakan literasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, 2 September 2026. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten OKI meraih penghargaan Bhakti Adipustaka kategori kabupaten/kota melalui Mauliddini, SKM, M.Si.
OKI meraih peringkat tertinggi di Sumatera Selatan atas komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan layanan perpustakaan serta gerakan literasi di daerah.
Ike mengatakan perkembangan literasi menunjukkan kemajuan, tetapi tantangannya semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.
Menurut dia, literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memahami, memilah, dan mengevaluasi informasi serta menggunakan teknologi secara bijak.
“Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada penghargaan. Ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperluas akses bacaan, meningkatkan minat membaca, dan menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Ike.
Ia menilai kemudahan mengakses buku digital, artikel, jurnal, dan berbagai sumber pengetahuan melalui internet perlu diikuti kemampuan berpikir kritis. Hal itu penting untuk menghadapi maraknya informasi palsu sekaligus perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ike berharap gerakan literasi terus diperluas melalui sekolah, keluarga, komunitas, hingga desa. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten OKI, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, guru, pegiat literasi, komunitas, serta masyarakat.
### Penguatan Literasi di Era Digital
Penghargaan Bhakti Adipustaka 2026 menjadi bagian dari Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 yang mengusung tema **“Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar”**.
Festival tersebut dibuka Herman Deru di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu (5/9/2026).
Herman Deru mengatakan kemajuan teknologi, termasuk AI, harus diimbangi dengan kemampuan literasi. Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu memahami dan menyaring informasi yang diterima.
“Teknologi harus kita manfaatkan secara optimal, salah satunya penggunaan AI. Tetapi, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan literasi,” kata Herman Deru.
Ia mengatakan penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, guru, perpustakaan, komunitas, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki peran dalam membangun budaya literasi.
Herman Deru menyebut Indeks Kegemaran Membaca (IKM) Sumatera Selatan telah mencapai 86 dan menempatkan provinsi tersebut di peringkat ketiga nasional.
Sumatera Selatan juga meraih peringkat pertama Financial Literacy Award 2026 kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan.
Menurut Herman Deru, capaian tersebut merupakan hasil dari gerakan literasi yang dibangun secara konsisten sejak 2019.
Sementara itu, Duta Literasi Sumsel dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, MM mengatakan tema **“Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar”** menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan budaya dan sejarah.
“Tema ini memiliki makna agar kita terus meng-upgrade dan mengembangkan diri sehingga kemajuan teknologi bisa menjadi teman, bukan musuh atau disalahgunakan,” kata Ratu Tenny.
Menurut dia, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas gerakan literasi sekaligus membuka akses pengetahuan yang lebih luas. Namun, masyarakat tetap perlu memahami budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas.
“Di tengah era globalisasi dengan berbagai kemajuan teknologi, masyarakat tetap harus menjadi pribadi yang memiliki akar budaya dan memahami sejarah agar dapat terus melestarikan budaya,” ujarnya.
Ratu Tenny mengatakan peningkatan IKM Sumsel tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dan semakin banyaknya tokoh serta komunitas yang terlibat dalam gerakan literasi.
Tidak ada komentar
Posting Komentar