Bupati OKI Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh dan Indikator Sosial Membaik


Kayuagung - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatatkan sejumlah capaian positif sepanjang Tahun Anggaran 2025. Hal itu disampaikan langsung Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dalam Rapat Paripurna DPRD OKI dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Senin (30/3).

Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD OKI tersebut dibuka Ketua DPRD OKI, Farid Hadi Sasongko, serta dihadiri unsur Forkopimda dan anggota dewan.

Dalam sambutannya, Muchendi menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar laporan tahunan, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pembangunan ke depan,” ujarnya.

Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Meningkat

Sepanjang 2025, pembangunan di Kabupaten OKI menunjukkan tren yang menggembirakan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp5,23 triliun.

Sejumlah indikator makro juga mengalami perbaikan signifikan. Tingkat kemiskinan menurun, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,12 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,20.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, capaian positif terlihat dari meningkatnya angka partisipasi sekolah serta umur harapan hidup yang mencapai 74,47 tahun.

“Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Muchendi.

Realisasi APBD Capai Target

Dari sisi keuangan daerah, pendapatan Kabupaten OKI ditargetkan sebesar Rp3,12 triliun dengan realisasi Rp2,68 triliun atau 86,02 persen.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan Rp3,16 triliun dan terealisasi Rp2,59 triliun atau 82,17 persen.

Meski demikian, struktur pendapatan daerah masih didominasi oleh transfer pemerintah pusat. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sekitar 60,31 persen dari target.

Dorong Kemandirian Fiskal

Bupati Muchendi mengakui tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah rendahnya kemandirian fiskal daerah akibat ketergantungan pada dana transfer pusat.

“Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam memperkuat kemandirian keuangan daerah,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen memperkuat sinergi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi pembangunan “Maju Bersama” menuju 2029.

“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis OKI akan terus tumbuh lebih maju dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Muchendi.(Murod)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.